HUT RI ke-74, 265 WBP Lapas Kelas II B Solok Dapat Remisi

Wawako Solok, Reinier menyerahkan surat keputusan pemberian remisi bagi salah seorang WBP Lapas Kelas II B Solok
Wawako Solok, Reinier menyerahkan surat keputusan pemberian remisi bagi salah seorang WBP Lapas Kelas II B Solok (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 74 membawa berkah tersendiri bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas II B Laing. Sebanyak 265 orang warga binaan mendapatkan remisi umum.

Remisi atau pengurangan masa tahanan tersebut diserahkan Wakil Walikota Solok, Reinier, Sabtu (17/8) di Lapas kelas II B Solok. Turut hadir, Wakil ketua DPRD sementara, Efriyon Coneng, Sekda kota Solok dan unsur Forkompinda dan OPD.

Menurut Kalapas Kelas II B Solok, Karto Rahardjo, sebelumnya, pihak Lapas memang mengusulkan remisi umum bagi 265 WBP, dan semuanya disetujui oleh pihak Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Baca Juga

"Kita usulkan remisi umum bagi 265 WBP dan seluruhnya disetujui oleh pihak kementrian, mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk lebih memperbaiki diri kedepannya," sebut Karto Rahardjo.

Berbagai program terus dilakukan oleh pihak Lapas dalam membina karakter dan mental penghuni lapas, salah satunya melalui kegiatan keagamaan. Mulai dari Salat berjamaah, membaca Al-Quran dan penyuluhan.

Sementara itu, untuk mempersiapkan warga binaan agar bisa mandiri nantinya usai lepas masa hukuman, berbagai bekal keterampilan kerja dan membangun usaha ekonomi kreatif juga diberikan.

"Dengan upaya tersebut, kita berharap, Warga Binaan yang telah menyelesaikan masa hukumannya bisa kembali berbaur ditengah masyarakat dan mandiri dengan bekal keterampilan dan usaha yang diberikan," sebut Karto.

Sementara itu, Wawako Solok, Reinier mengatakan rasa syukur dalam memperingati Hari Kemerdekaan tentunya menjadi milik bagi segenap lapisan masyarakat pada umumnya dan bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan pada khususnya.

Pemberian Remisi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak Warga Binaan Pemasyarakatan, tetapi lebih dari itu Remisi merupakan apresiasi Negara terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan.

"Remisi merupakan bentuk apresiasi negara terhadap WBP yang berhasil menunjukan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri," sebut Reinier.

Pihaknya berharap, pemberian Remisi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan bisa menjadi motivasi agar selalu patuh dan taat pada hukum/norma yang ada. Baik di lingkungan Lapas maupun saat kembali ke masyarakat nantinya.

Diketahui, Lapas kelas II B Solok saat ini dihuni oleh lebih kurang 432 orang yang terdiri dari 344 orang Narapidana dan 88 orang tahanan. Jumlah tersebut sangat melebihi kapasitas Lapas yang Idealnya diisi sekitar 200 orang.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah