Dengarkan Pidato Kenegaraan, DPRD Kota Solok Gelar Rapat Paripurna

Ketua sementara DPRD kota Solok, Yutriscan membuka rapat peripurna terbuka dalam rangka mendengarkan Pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo
Ketua sementara DPRD kota Solok, Yutriscan membuka rapat peripurna terbuka dalam rangka mendengarkan Pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Ist)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF – Pasca Pelantikan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Solok menggelar rapat paripurna perdana dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan presiden Joko Widodo terkait peringatan HUT Republik Indonesia ke 74, Jum’at (16/8).

Rapat paripurna dipimpin langsung ketua DPRD sementara Yutriscan dan ddidampingi wakil pimpinan Efriyon Coneng. Turut hadir Walikota Wako) Solok Zul Elfian dan Wawako Solok Reinier bersama unsur Forkompinda, OPD dan Masyarakat.

Pidato kenegaraan presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR-RI itu diperdengarkan langsung di ruang sidang utama DPRD kota Solok dengan infocus. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menekankan sejumlah poin terkait capaian kinerja pemerintah dan lembaga Negara serta upaya mencapai visi besar Indonesia Maju.

Baca Juga

Presiden Jokowi juga mengajak seluruh lembaga-lebaga Negara untuk membangun sinergi yang kuat dalam mendukung lompatan-lompatan kemajuan, mengentaskan kemiskinan, menekan ketimpangan, membuka lapangan kerja.

Semua pihak harus bahu membahu dalam melahirkan lebih banyak lagi Sumber Daya Manusia ( SDM) unggul yang akan membawa kemajuan pada bangsa dan Negara untuk masa yang akan datang. SDM unggul Indonesia maju.

Terhadap pidato kenegaraan yang disampaikan presiden, Ketua DPRD kota Solok Yutriscan mengatakan, banyak hal yang memang masih perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Terutama soal peningkatan SDM.

Diakui Yutriscan, di kota Solok sendiri, masih ada dilema terkait upaya melahirkan SDM yang berkualitas, terutama soal pendidikan pada jenjang SLTA yang saat ini dibawah kewenangan pemprov Sumatera Barat. Terlalu banyaknya sekolah yang berada dibawah naungan provinsi bermuara pada pengelolaan yang kurang maksimal.

Sementara itu disisi lain, peralihan kewenangan tersebut membuat pemerintah daerah kota Solok, secara aturan tidak bisa membantu pengelolaan sekolah. Sementara, pengelola sekolah tingkat SLTA kewalahan untuk memenuhi fasilitas penunjang mutu.

“Kita mengejar mutu pendidikan untuk melahirkan SDM yang unggul, namun fasilitas untuk menunjang hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh pemerintah kota Solok, kita harus mencarikan solusinya secara bersama-sama,” sebut Yutriscan.

Untuk itu, sebutnya, pemerintah kota Solok harus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi bagaimana APBD kota Solok dapat dimanfaatkan untuk membackup dan membantu pendidikan bagi anak-anak kita di tingkat SLTA dan di jenjang kuliah.

Bahkan sebut Yutriscan, beberapa waktu lalu, ada anak-anak kota Solok yang diterima kuliah di perguruan tinggi terkemuka namun tersendat persoalan biaya. Bagaimana pemerintah daerah bisa membantu tapi tidak menyalahi aturan yang ada.

“Mereka anak-anak yang pintar dan berprestasi tapi dari keluarga kurang mampu, amat kita sayangkan pendidikan mereka harus terhenti lantaran tidak ada biaya, semua pihak harus turun tangan agar hal ini tidak terjadi lagi,” ulasnya.

Sementara itu, Walikota Solok mengatakan, pidato yang disampaikan presiden merupakan motivasi bagi semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan DPRD kota Solok. Bagaimana mendorong terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Menghadapi tantangan dan tuntutan dalam menjawab harapan masyarakat, kita tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi, tinggalkan cara-cara lama dan runtuhkan ego sektoral, kolaborasi dan sinergi semua pihak harus ditingkatkan,” jelas Zul Elfian.

Zul Elfian juga menyambut positif permintaan DPRD terkait upaya dalam membantu dan membackup pendidikan tingkat SLTA dan perguruan tinggi yang ada di kota Solok.”Tentu ini akan kita konsultasikan dulu dengan pemerintah Provinsi,” tutupnya.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah