Kota Layak Anak 2019, Kota Solok Raih Predikat Madya

Wawako Solok, Reinier menerima penghargaan KLA tingkat Madya dari Mentri PPP-A, Yohana Yembise
Wawako Solok, Reinier menerima penghargaan KLA tingkat Madya dari Mentri PPP-A, Yohana Yembise (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Kerja keras pemerintah kota Solok dalam pemenuhan segala aspek hak-hak dan perlindungan anak secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPP-A).

Kota Solok berhasil naik peringkat dari KLA kategori Pratama menjadi tingkat Madya. Penghargaan tersebut diterima Wakil Walikota Solok, Reinier dari Mentri PPP-A, Yohana Yembise dalam malam puncak peringatan Hari Anak Nasional di di Hotel Four Point, Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

Diketahui, penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) merupakan penghargaan bagi Kab/Kota yang mempunyai sistem pembangunan yang menjamin Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca Juga

Bagi pemerintah kota Solok, predikat Kota Layak Anak yang disematkan pemerintah pusat melaluinya kementrian PPP-A bukanlah hal baru. Dua tahun sebelumnya, secara berturut-turut, kota Solok sudah memperoleh predikat Pratama.

Selain menerima penghargaan yang cukup bergengsi itu, kota Solok juga berhasil mengawinkan KLA Madya dengan penghargaan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang juga diberikan oleh kementrian yang sama.

Wakil Walikota Solok, Reinier disela penyerahan penghargaan mengatakan, pemerintah kota Solok berkomitmen mewujudkan pembangunan yang berbasis Hak Anak melalui Integrasi Sumber Daya Pemerintah, Masyarakat dan dunia usaha.

"Secara konsisten dan bertahap, terus kita lakukan peningkatan dari semua indikator Kota Layak Anak, tujuan dasarnya untuk mewujudkan generasi kota Solok yang lebih baik kedepannya," sebut Reinier.

Indikator yang menjadi perhatian serius kota Solok meliputi penguatan sistem kelembagaan yang mencakup hak sipil dan kebebasan anak. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya dan Perlindungan Khusus.

Keseriusan pemerintah kota Solok tampak jelas dengan dilaunchingnya program Kota Solok Menuju Kota Layak Anak pada peringatan Hari Anak Tingkat Kota Solok Tahun 2016. Tidak hanya diam sampai disitu, langsung disusul dengan berbagai program pendukung.

Puskesmas Ramah Anak (PRA), Sekolah Ramah Anak (SRA), peningkatan cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran anak dan Kartu Identitas Anak, lahirnya Forum Anak Daerah (Forda) dan program lainnya yang mendorong terwujudnya pemenuhan hak dan perlindungan anak.

"Kami sangat mengapresiasi atas dukungan semua pihak, tercapainya KLA di Kota Solok, tidak terlepas dari kerjasama Gugus Tugas KLA yang terdiri dari OPD terkait, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, Media Massa dan Stakeholder Lainnya," tutur Reinier.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah