Dapat Kucuran Dana Pusat, Pemko Solok Rehab 162 RTLH

"Perlu diluruskan, program ini merupakan Bantuan Stimulan Perumahan swadaya untuk rehab Rumah Tidak layak Huni, bukan rumah subsidi seperti yang berkembang di tengah masyarakat"
Kondisi rumah warga yang mendapat bantuan rehab rumah tidak layak huni di kota Solok (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Kota Solok mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rehab 162 paket pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2019, lebih kurang 2,8 Milyar anggaran disalurkan pemerintah pusat untuk program yang dulu akrab dengan istilah bedah rumah tersebut.

Kepala Dinas Perkim Kota Solok, Jusmardi menjelaskan, sasaran program merupakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Tujuannya untuk meringankan beban keluarga kurang mampu agar memiliki rumah yang layak huni.

"Perlu diluruskan, program ini merupakan Bantuan Stimulan Perumahan swadaya untuk rehab Rumah Tidak layak Huni, bukan rumah subsidi seperti yang berkembang di tengah masyarakat," ungkap Jusmardi, Senin (22/7).

Untuk alokasi bantuan, jelasnya, tahap awal akan dipusatkan di 4 kelurahan di kota Solok, diantaranya kelurahan Aro IV Korong, kelurahan Kampung Jawa, kelurahan Pasar Pandan Air Mati (PPA) dan Kelurahan laing.

Terkait jumlah bantuan yang akan diberikan, dikatakan Jusmardi, tergantung dari kondisi rumah yang diusulkan, maksimal paket bantuan paling besar senilai 17,5 juta. 2,5 juta untuk upah dan 15 juta untuk bahan bangunan.

"Pencairan bantuan rencananya dilakukan melalui rekening masyarakat penerima bantuan. Sebelum pencairan akan dilakukan verifikasi dan inventarisir ke lapangan oleh Tim Fasilitasi Lapangan (TFL) sehingga bantuan memang tepat sasaran," sebut Jusmardi.

Ditegaskannya, program rehab rumah tidak layak huni dilakukan dengan sistem perbaikan Aladin (atap, lantai dan dinding) ditambah WC. Tidak ada droping bahan oleh dinas terkait tapi dilakukan oleh pihak ketiga yang ditunjuk.

Sejumlah persyaratan harus dipenuhi oleh calon ... Baca halaman selanjutnya