Berdayakan Sumberdaya Lokal, Pemko Solok Gelar Festival Pangan B2SA

"Dengan festival ini diharapkan bisa mendorong kreativitas dan inovasi keluarga dalam mengembangkan pangan lokal untuk konsumsi keluarga maupun untuk komersil"
Wawako Solok, Reinier bersama ketua GOW Ny. Elfia Reinier mencicipi makanan B2SA yang disajikan peserta festival. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota (Pemko) Solok menggelar festival pangan lokal Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) khusus Lunchbox tingkat kota Solok 2019, Kamis (18/7) di Balairung 99, Rumah dinas Walikota Solok.

Festival yang dibuka langsung Wakil Walikota (Wawako) Solok, Reinier menjadi upaya pemko Solok dalam mendorong penerapan makanan B2SA pada masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya pangan lokal daerah.

"Dengan festival ini diharapkan bisa mendorong kreativitas dan inovasi keluarga dalam mengembangkan pangan lokal untuk konsumsi keluarga maupun untuk komersil," ungkap Wawako Solok, Reinier.

Dalam kegiatan itu, setiap peserta dari kelurahan diwajibkan menampilkan display paket lengkap makan siang atau Lunchbox B2SA sebanyak 3 paket (menu yang sama), bahan pangan sumber karbohidrat menggunakan bahan beras dan terigu.

Pangan pokok yang dibuat berasal dari klaster umbi-umbian seperti ubi kayu atau singkong, ubi jalar, ubi talas dan umbi lainnya yang mengandung karbohidrat. Bahan-bahan tersebut tidak asing bagi warga kota Solok.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solok, Ny. Zulmiyetty Zul Elfian mengatakan, pangan beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) meliputi aneka ragam bahan pangan sumber karbohidrat, protein maupun vitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Dengan memanfaatkan sumber pangan lokal, tentunya selain tidak kalah akan kandungan gizi juga jauh dari potensi cemaran bahan berbahaya yang dapat merugikan kesehatan. Wujudkan makanan sehat, bergizi dan enak bagi keluarga.

“Konsumsi pangan yang berkualitas dan seimbang dapat mengatasi berbagai persoalan gizi, baik kekurangan dan juga kelebihan gizi yang selama ini terjadi ditengah-tengah masyarakat," ungkap Zulmiyetti.

Pihaknya berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi semua pihak untuk lebih cinta terhadap produk pangan lokal, ... Baca halaman selanjutnya