Taman Kitiran QTC Kota Solok, Wisata Kekinian dengan Konsep Religi

Pengunjung berlatih panahan di taman Kitiran kota Solok
Pengunjung berlatih panahan di taman Kitiran kota Solok (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

SOLOK KOTA , KLIKPOSITIF - Berwisata tidak hanya sekedar mencuci mata dan melepas diri dari kejenuhan rutinitas kerja, tapi dengan lokasi wisata yang tepat, juga bisa menjadi sarana menambah pengetahuan akan pengetahuan agama.

Seperti objek wisata Taman Kitiran Qualified Training Center (QTC) di kelurahan Tanjung Paku, Kota Solok . Wisata outbond, Camping ground, dipadukan dengan sarana latihan memanah yang memang tergolong olahraga yang disunnahkan serta sanggar Qur'an.

baca juga: Pemko Solok Koordinasi Persiapan Penerapan New Normal dengan Mendagri

Sesuai namanya, taman Kitiran, di lokasi objek wisata yang baru resmi beroperasi beberapa waktu lalu itu terdapat kurang lebih 1000 kincir angin kecil atau kitiran dengan rupa warna. Letaknya yang ada di kawasan perbukitan, membuat Kitiran bergerak serentak ditiup angin.

Setiap pengunjung bisa berburu foto menarik dengan hiasan Kitiran. Juga disediakan tempat duduk ditengah taman, hingga ayunan bagi anak-anak. Sejak dibuka, tidak sedikit masyarakat yang datang berkunjung.

baca juga: Kapolres Solok Kota Terima Penghargaan dari Pemko Solok

Tidak hanya itu, hamparan sawah yang ada di arah Utara taman semakin melengkapi nuansa alam. Dari Taman Kitiran yang menghadap ke arah utara itu juga terlihat jelas Masjid agung Al-Muhsinin.

Menurut pendirinya, Ustaz Diki Asnur, awalnya Taman Kitiran QTC merupakan sebuah sanggar Qur'an dan pusat pelatihan tahfidz yang dibuka awal 2019 lalu bagi anak-anak kota Solok . Lokasinya sengaja agak jauh dari keramaian dan melebur dengan nuansa alam.

baca juga: Kota Solok Kembali Perpanjang PSBB Hingga 7 Juni 2020

"Memang sebelumnya, Taman Kitiran QTC fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan training, outbound, Tahfidz, camping atau berkemah," sebut Ustaz Diki Asnur beberapa waktu lalu.

Sejak beberapa waktu terakhir, pihaknya juga menambahkan spot untuk latihan memanah bagi pengunjung yang tergerak belajar olahraga Sunnah tersebut. Dua set panah disiapkan lengkap dengan instruktur yang siap mendampingi dan mengajarkan teknik memanah.

baca juga: Halalbihalal Via Zoom oleh PLN Sumbar Bersama Stakeholder

Dalam mengembangkan taman Kitiran yang dibuka sejak usai lebaran itu, Pihkanya juga melibatkan masyarakat setempat. Termasuk membuat 1000 kincir angin yang terbuat dari jenis plastik sehingga tidak rusak saat terkena air. Targetnya 4000 buah Kitiran.

Sampai saat ini, pihak pengelola taman kitiran tidak memungut biaya masuk bagi pengunjung. Gratis, termasuk parkir. Namun bagi pengunjung yang tertarik berinfaq bisa melalui kota amal yang disediakan di taman Kitiran.

Bagi pengunjung yang diburu rasa haus dan lapar saat perjalanan, pengelola juga menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman yang bisa dinikmati di sejumlah lokasi yang sudah disediakan.

Taman Kitiran tidak saja dikunjungi oleh masyarakat kota dan kabupaten Solok namun juga sudah banyak masyarakat dari daerah lain di Sumatera Barat seperti Dharmasraya, Sawahlunto dan lainnya.

Untuk bisa sampai di Taman Kitiran cukup mudah, bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Hanya lebih kurang 3 kilometer dari pusat kota Solok . Bisa ditempuh dalam waktu 10 menit.

Salah seorang pengunjung, Ravi mengatakan, sengaja datang ke lokasi wisata baru tersebut untuk mencoba olahraga memanah yang memang sebelumnya tidak ada di kota Solok .

"Lokasinya sangat bagus, cocok untuk semua kalangan, terlebih lagi ada spot latihan memanah yang belum pernah saya temui sebelumnya di kota Solok ," ungkapnya yang datang bersama sejumlah temannya.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah