Wako Zul Elfian Pimpin Peringatan Hari Lahir Pancasila di Balaikota Solok

"Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, namun eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila"
Khidmat, Wako Zul Elfian pimpin langsung Upacara peringatan hari lahir Pancasila di halaman Balaikota Solok. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Meskipun sudah masuk suasana libur lebaran 1440 Hijriah, segenap pegawai dilingkungan pemerintah kota bersama jajaran TNI-Polri dan organisasi kepemudaan tetap melangsungkan upacara peringatan hari lahir Pancasila, Sabtu (1/6).

Walikota (Wako) Solok Zul Elfian yang datang mengenakan setelan pakaian Korpri bersama ketua TP-PKK Ny. Zulmiyetty Zul Elfian langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara yang dilaksanakan di halaman kantor Balaikota Solok tersebut.

Juga tampak hadir Wawako Solok, Reinier bersama ketua GOW Ny. Elfia Reinier, Sekda kota Solok bersama ketua DWP Ny. Ria Rusdianto, Wakil ketua DPRD Irman Yefri Adang, pimpinan BUMN, BUMD dan undangan lainnya.

Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Hariyono,Walikota Solok mengatakan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa merupakan anugerah tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa.

"Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, namun eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila," papar Zul Elfian.

Pancasila sebagai ideologi bangsa harus terus diperjuangkan di seluruh penjuru tanah air. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif.

Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai iklusivitas, toleransi dan gotong royong, keberagaman yang ada dapat bertransformasi menjadi suatu berkah dan menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan 'Bhinneka Tunggal Ika'.

"Untuk menghormati jasa pendiri ... Baca halaman selanjutnya