Peralihan Kewenangan SLTA Kurangi Anggaran Pendapatan Kota Solok

"penurunan dana penyesuaian dan otonomi khusus secara signifikan untuk kota Solok tahun 2018 dipicu akibat adanya peralihan status pegawai guru dan tenaga kependidikan SLTA"
Walikota Solok Zul Elfian menyampaikan LKPJ tahun 2018 kepada DPRD Kota Solok (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Pemerintah kota (Pemko) Solok mencatatkan penurunan pendapatan pada APBD tahun 2018. Total, realisasi pendapatan hanya berjumlah Rp. 565,85 Milyar, jumlah itu jauh berkurang dibanding tahun 2017 yang mencapai angka Rp.597,24 Milyar.

Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya penerimaan dari dana penyesuaian dan otonomi khusus (Otsus) yang ditransfer pemerintah pusat. Sebelumnya kota Solok mendapat transfer sebesar Rp.47,45 Milyar pada tahun 2017, namun berkurang menjadi 9,8 Milyar di tahun 2018.

"Tahun anggaran 2018, jumlah kucuran dana penyesuaian dan otonomi khusus untuk kota Solok dipangkas sebesar 37,95 Milyar," papar Walikota (Wako) Solok Zul Elfian saat menyampaikan nota LKPJ, Senin (20/5) di DPRD Kota Solok.

Dana penyesuaian dan otonomi khusus merupakan dana yang dialokasikan pemerintah pusat kepada daerah untuk melaksanakan kebijakan tertentu baik perintah pusat maupun DPR sesuai peraturan perundang-undangan.

Bentuknya bisa berupa Dana Insentif Daerah, Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah, dana tambahan penghasilan guru PNS daerah, maupun dana yang dialihkan dari kementrian pendidikan yang ditransfer ke daerah berupa tunjangan profesi guru dan dana BOS.

Menurut Zul Elfian, penurunan dana penyesuaian dan otonomi khusus secara signifikan untuk kota Solok tahun 2018 dipicu akibat adanya peralihan status pegawai guru dan tenaga kependidikan SLTA.

"Para guru dan tenaga kependidikan sekolah lanjutan tingkat atas yang sebelumnya tercatat sebagai pegawai pemerintah kota Solok beralih menjadi pegawai pemerintah provinsi," papar Zul Elfian.

Dirincikan Zul Elfian, Realisasi pendapatan tahun 2018 ini terdiri dari PAD sebesar Rp.40,74 Milyar, dana perimbangan sebesar Rp.481,48 Milyar dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp.43,63 Milyar.

Realisasi PAD sebesar Rp.40,74 Milyar sepanjang 2018 sedikit lebih rendah dibanding dari tahun 2017 lalu yang terealisasi ... Baca halaman selanjutnya