Kakanwil Kemenkumham Sumbar: 60 Persen Warga Lapas Terjerat Kasus Narkoba

Kakanwil Kemenkumham Sumbar, Ayub Suratman ingatkan masyarakat akan bahaya narkoba
Kakanwil Kemenkumham Sumbar, Ayub Suratman ingatkan masyarakat akan bahaya narkoba (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan hak azasi Manusia Sumbar, Ayub Suratman mengingatkan masyarakat kota Solok terhadap ancaman serius penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Apalagi, menurutnya, nyaris 60 persen warga binaan yang ada di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sumatera Barat merupakan pelaku penyalahgunaan dan pengedar narkoba. Baik jenis Sabu maupun Ganja.

baca juga: Update Perkembangan COVID-19 di Kota Solok, 280 PPT Masih dalam Pantauan

"Hal ini menjadi pertanda bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menjadi kasus yang paling dominan di Sumatera Barat," ungkap Ayub Suratman saat safari ramadan di Masjid Al-Ittihad, Kota Solok , Senin malam (13/5).

Untuk itu, sebut Ayub, hal ini harus menjadi perhatian seluruh komponen, tidak saja perintah daerah dan pihak kepolisian sebagai pemangku kepentingan, namun juga perlu peran aktif lintas tokoh dan masyarakat.

baca juga: Lamang Hitam, Kuliner Unik dari Talang Babungo

Tokoh agama bisa menyampaikan bahaya dan ancaman narkoba dari atas mimbar. Apalagi, narkoba dan minuman keras notabenenya sangat dilarang keras oleh agama. Begitu juga tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemuda memiliki peran dan fungsi dalam memerangi narkoba.

"Yang tidak kalah penting adalah peran keluarga, sebagai unit terkecil, keluarga tentu bisa mendeteksi lebih dini jika ada indikasi yang terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkoba, awasi pergaulan anak," pesannya.

baca juga: Jelang Lebaran, ASN Pemko Solok Berbagi Paket Sembako

Sebagaimana dipesankan Gubernur Sumatera Barat, sambungnya, masyarakat kota Solok diharapkan untuk selalu menjunjung kerjasama dalam mewujudkan Sumatera Barat sebagai daerah yang senantiasa damai dan harmonis.

Hal itu, sesuai dengan visi gubernur dan wagub Sumbar, terwujudnya Sumbar yang madani dan sejahtera. Masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan dan kondisi yang tertib dan harmonis.

baca juga: Kasus COVID-19 di Kotobaru Solok, 60 Orang Negatif, 3 Orang Uji Ulang

Sementara itu, Sekda Kota Solok Rusdianto mengatakan, Pemerintah Kota Solok sebagai bagian dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tentunya akan mendukung setiap program pemerintahan, program pembangunan serta pembinaan sosial yang dilakukan.

Diakui Sekda, pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba memang menjadi perhatian serius pemerintah kota Solok akhir-akhir ini. Berbagai upaya preventif melalui penyuluhan maupun penindakan oleh pihak berwajib terus dilakukan.

"Tentunya kita tidak ingin generasi muda kota Solok terjatuh dalam lubang hitam candu narkoba, tentu kita juga yang akan rugi. Makanya, semua pihak harus ikut andil memerangi narkoba dari sekarang dan dimulai dari lingkungan keluarga," sebut Sekda.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah