Tim Terpadu Pemko Solok Sidak Pasar Pabukoan

Wawako Solok, Reinier bersama tim terpadu mengambil sampel minuman dan makanan yang akan diuji
Wawako Solok, Reinier bersama tim terpadu mengambil sampel minuman dan makanan yang akan diuji (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Mengantisipasi penggunaan bahan berbahaya terhadap makanan, Tim terpadu pemerintah kota Solok bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumbar melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar pabukoan, Senin (13/5).

Tim yang dipimpin langsung Wakil Walikota (Wawako) Solok , Reinier membeli sejumlah sampel makanan dan minuman yang dijual oleh para pedagang. Nantinya, akan dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan dari makanan serta minuman tersebut.

baca juga: Update Perkembangan COVID-19 di Kota Solok, 280 PPT Masih dalam Pantauan

Makanan dan minuman yang diambil sebagai sampel uji laboratorium rata-rata merupakan jenis yang memang kerap ditemukan penggunaan bahan berbahaya dalam proses pembuatannya.

"Berdasarkan pengalaman kita selama ini, kita fokus pada makanan dan minuman yang memang kerap menggunakan bahan berbahaya, baik yang sifatnya sebagai pewarna maupun pengawet," sebut Kabid Infokom BBPOM. Sumbar, Dra fifiani.

baca juga: Lamang Hitam, Kuliner Unik dari Talang Babungo

Dibeberkannya, petugas BBPOM membeli dan mendata sampel minuman seperti cendol, rumput laut dan Delima serta lainnya yang memang sering sengaja dicampur dengan Rodhamin B untuk mempercantik warna dan bahan kimia Boraks untuk memperpanjang daya awet.

Kendati demikian, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tidak terlalu takut berbelanja di pasar pabukoan kota Solok , sebab banyak pedagang jujur yang menggunakan pewarna makanan atau alami.

baca juga: Jelang Lebaran, ASN Pemko Solok Berbagi Paket Sembako

"Nanti hasilnya akan kita periksa di laboratorium dan disampaikan pada Pemko Solok , kalau memang ada ditemukan penggunaan bahan berbahaya maka akan dilakukan penelusuran dan pembinaan," tuturnya.

Wakil Walikota Solok , Reinier dalam kesempatan itu mengatakan, sidak yang dilakukan tim terpadu bersama BBPOM Sumbar merupakan upaya dalam pengawasan terhadap perdagangan makanan dan minuman di kota Solok , terutama bulan Ramadan.

baca juga: Kasus COVID-19 di Kotobaru Solok, 60 Orang Negatif, 3 Orang Uji Ulang

"Sekaligus ini upaya mengingatkan para pedagang pabukoan atau takjil di kota Solok untuk menghindari penggunaan bahan-bahan non pangan yang tergolong berbahaya bagi kesehatan masyarakat," ungkap Reinier.

Menurutnya, jika memang nanti ditemukan adanya penggunaan bahan berbahaya seperti Boraks, Rodhamin dan Formalin, maka pihaknya akan melakukan penelusuran dan pembinaan terhadap pedagang yang bersangkutan.

Pemerintah kota Solok juga berencana akan membangun sebuah laboratorium mini agar memudahkan dalam pengecekan dan antisipasi penggunaan bahan berbahaya oleh pedagang.

Selain pasar pabukoan, Tim terpadu juga melakukan sidak ke pasar raya Solok , los ikan, los daging dan sejumlah kawasan lainnya. Termasuk sejumlah minimarket. Memang ditemui, sejumlah makanan kadaluarsa yang masih dijual dan langsung ditertibkan.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah