Pacu Pelaksanaan Reformasi Birokrasi, Pemko Solok Bekali OPD Dengan PMP-RB

Sekda Kota Solok, Rusdianto buka Workshop PMP-RB bagi OPD di lingkungan Pemko Solok
Sekda Kota Solok, Rusdianto buka Workshop PMP-RB bagi OPD di lingkungan Pemko Solok (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Memaksimalkan pelaksanaan sistem reformasi birokrasi dan pembangunan zona integritas di lingkungan pemerintah daerah, Pemko Solok bakal mengaplikasikan penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMP-RB) dan Pembangunan Zona Integritas.

Hal itu terungkap dari workshop PMP-RB bagi OPD dilingkungan Pemko Solok , Jum'at (10/5) di Hotel Rocky Padang.Workshop yang dibuka oleh sekretaris daerah, Risdianto itu turut menghadirkan narasumber Arif Lukman Hakim langsung dari Kemen PAN-RB.

baca juga: Kota Solok Kembali Perpanjang PSBB Hingga 7 Juni 2020

Menurut Sekda Kota Solok , Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMP-RB) merupakan instrumen penilaian kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilakukan secara mandiri (self assessement) oleh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Untuk mendukung hal itu, Kementrian PAN-RB telah menerbitkan Permen PAN-RB No 30 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permen PAN-RB No 14 Tahun 2014 tentang Pedoman Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMP-RB).

baca juga: Halalbihalal Via Zoom oleh PLN Sumbar Bersama Stakeholder

Berikut Permen PAN-RB No 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah.

"Juga didukung dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 135 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Pemerintah Daerah," ungkap Rusdianto menyinggung dasar PMP-RB.

baca juga: Tunggu Arahan Provinsi, Kota Solok Bersiap Laksanakan New Normal

Menurut Sekda, PMP-RB, mencakup dua hal, Pengungkit (Enablers) dan hasil (Results). Pengungkit adalah seluruh upaya yang dilakukan oleh instansi pemerintah dalam menjalankan fungsinya, sedangkan Hasil adalah kinerja yang diperoleh dari komponen pengungkit.

Hubungan sebab-akibat antara Komponen Pengungkit dan Komponen Hasil dapat mewujudkan proses perbaikan bagi instansi melalui inovasi dan pembelajaran, di mana proses perbaikan ini akan meningkatkan kinerja instansi pemerintah secara berkelanjutan.

baca juga: Pegawai LP Sijunjung Asal Solok Positif COVID-19

"Komponen Pengungkit sangat menentukan keberhasilan tugas instansi, sedangkan Komponen Hasil berhubungan dengan kepuasan para pemangku kepentingan," terang Rusdianto memotivasi OPD yang hadir.

Dengan pelaksanaan PMP-RB memudahkan Pemerintah Daerah dalam menyediakan informasi mengenai perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi dan upaya-upaya perbaikan yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang bersangkutan;

Selain itu juga sangat bermanfaat dalam menyediakan data/informasi bagi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam rangka menyusun profil nasional pelaksanaan reformasi birokrasi.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah