Pengrajin Sulaman dan Bordiran Pasaman Terima Bintek dari Ibu Nevi Zuairina Irwan Prayitno

"acara ini dibuat dan terselenggaran dalam rangka meningkatkan kemampuan dan menambah wawasan serta pengetahuan pengrajin IKM di Kabupaten Pasaman."
Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Ny Nevi Irwan Prayitno saat memberikan arahan (Ist)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Dekranasda Kabupaten Pasaman menggelar temu bisnis dan bintek sulam dan bordir bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi Sumatera Barat di Balerong Pusako Anak Nagari Lubuk Sikaping, Jumat, 10 Mei 2019.

Temu bisnis dan bintek sulam dan bordir diikuti oleh pengrajin bordir dari Kecamatan Lubuk Sikaping, pengrajin tenun songket dari Kecamatan Panti dan pengrajin anyaman dari Kecamatan Bonjol dengan narasumber tunggal ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Ny Nevi Irwan Prayitno.

Disamping itu turut hadir, Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Pasaman Ny Mira Atos Pratama, Ketua DW Persatuan Ny Masrida Mara Ondak, Ketua Kadin Kabupaten Pasaman Asrial, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pilihan Hasibuan, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ricki Riswandi.

Wakil ketua Dekranasda Kabupaten Pasaman Ny Mira Atos Pratama mengatakan, acara ini dibuat dan terselenggaran dalam rangka meningkatkan kemampuan dan menambah wawasan serta pengetahuan pengrajin IKM di Kabupaten Pasaman.

Tambahnya, saat ini IKM di Kabupaten Pasaman berjumlah lebih dari 1300 buah, Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama Dekranasda akan selalu berupaya dan mendorong lahirnya IKM baru terutama yang bergerak di bidang kerajinan. Disamping itu Dekranasda Pasaman bersama Dekranasda Provinsi Sumbar terus berjuang untuk meningkatkan hasil produk IKM yang telah ada.

Ketua Dekranasda Provinsi Sumbar Ny Nevi Irwan Paryitno mendorong serta memberikan semangat dan motivasi agar pengrajin IKM tetap bersemangat, ulet dalam berusaha dan inovativ dalam menghasilkan paroduk.

“Produk-produk kerajinan sulaman dan bordiran Kabupaten Pasaman secara kualitas sudah bagus namun perlu upaya yang sungguh-sungguh memperkenalkan produk melalui bazar dan pameran agar dapat dikenal dan dimiliki oleh orang dari luar Pasaman”, ujarnya.

Tambahnya, produk hand made lebih disukai oleh orang-orang yang punya uang karena dihasilkan oleh ... Baca halaman selanjutnya