Pemko Solok Imbau Masyarakat Minimalisir Penggunaan Kantong Plastik

"Pemerintah kota (Pemko) Solok meminta masyarakat untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik sekali pakai, hal itu mengingat dampak buruk dari penggunaan plastik terhadap pelestarian lingkungan."
Wako Solok, Zul Elfian ajak masyarakat tekan penggunaan kantong Plastik (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Pemerintah kota (Pemko) Solok meminta masyarakat untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik sekali pakai, hal itu mengingat dampak buruk dari penggunaan plastik terhadap pelestarian lingkungan.

"Manfaatkan tas belanja pakai ulang untuk mengurangi penggunaan sampah plastik terutama bagi warga saat berbelanja di pasar raya," ajak Walikota Solok, Zul Elfian, Kamis (21/3).

Menurut Zul Elfian, Sampah plastik menjadi ancaman serius bagi lingkungan sebab, jenis plastik merupakan salah satu bahan yang susah terurai. Bahkan, butuh waktu yang sangat lama.

Dengan memanfaatkan tas belanja pakai ulang yang tergolong ramah lingkungan akan memperkecil penggunaan kantong plastik, sehingga potensi bencana akibat sampah plastik yang tidak tertangani juga bisa diminimalisir.

Selain itu, Wako juga meminta warga untuk tidak membuang sampah terutama berbahan plastik ke dalam aliran Batang Lembang atau sungai yang ada karena dapat merusak lingkungan dan habitat sungai.

"Mari kita pilah-pilah sampah rumah tangga dan lingkungan, mana yang bisa didaur ulang sebaiknya kita jadikan kompos, sementara sampah yang tidak bisa didaur letakkan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ada," ungkap Zul Elfian.

Terpisah, Wakil Walikota Solok kembali mengingatkan masyarakat untuk membudayakan gotong royong dalam menjaga lingkungan pemukiman. Lingkungan yang bersih dan asri mendukung peningkatan derajat kesehatan.

"Sehat bermula dari kebiasaan kita terutama dalam menjaga pola hidup, pola makan dan kebersihan diri, rumah dan lingkungan pemukiman," sebut Reinier mengingatkan pentingnya kesehatan.

Dari data Dinas lingkungan hidup, dalam sehari kota Solok ... Baca halaman selanjutnya