Gelar Koordinasi Nasional Bidang Kehumasan dan Hukum, Ini Pesan Moeldoko

"Moeldoko menyoroti terjadinya revolusi jari di tengah era digital saat ini. "
Kabag Humas Setda Pasaman, Delsi Syafei saat menghadiri rapat koordinasi nasional (Ist)

JAKARTA, KLIKPOSITIF - Sebanyak 1400 lebih pejabat yang membidangi kehumasan di kementerian/lembaga dan instansi baik pusat dan daerah se-Indonesia menggelar Koordinasi Nasional Bidang Kehumasan dan Hukum di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin 11 Februari 2019.

Salah satunya adalah Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Pasaman, Delsi Syafei yang mengikuti rapat koordinasi Nasional tersebut. Rakornas dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Kantor Kepresidenan, Jend. (Purn) Moeldoko didampingi Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo.

Menteri Dalam Negeri melalui Kepala Biro Hukum Kemendagri, mengatakan bahwa Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kehumasan dan Hukum ditujukan untuk menyamakan persepsi dalam rangka mensukseskan Pemilu tahun 2019. Maka dibutuhkan sinergitas yang baik antara pemerintah khususnya aparatur yang membidangi kehumasan dan hukum bersama pihak penyelenggara pemilu untuk mencapainya.

Sementara, Kepala Staf Kepresidenan dalam sambutannya menyoroti terjadinya degradasi terhadap kewaspadaaan dan ideologi nasional pasca reformasi tahun 1998 silam. Waktu itu ada ketakutan membicarakan dua hal tersebut karena bisa dicap tidak reformis.

“Pasca reformasi, bicara kewaspadaan nasional, ideologi pancasila pada takut karena dicap tidak reformis. Akhirnya lama kelamaan kewaspadaan nasional hilang dan ujungnya mengancam eksistensi NKRI, ini yang harus kita antisipasi,” ujar Moeldoko.

Moeldoko menyoroti terjadinya revolusi jari di tengah era digital saat ini. Revolusi jari yang dimaksud Moeldoko adalah begitu mudahnya arus informasi dibeberkan tanpa terkonfirmasi melalui ujung jari.

“Saat ini ada Revolusi Jari. Dimana sebuah berita ditentukan kecepatan dalam 30 detik saja. Baca berita lalu tanpa diverifikasi, jari langsung tergerak men-share di media sosial tanpa mencek apakah berita itu betul atau Hoax, inikan berbahaya,” ujar Moeldoko.

Dijelaskan Moeldoko, demokrasi ... Baca halaman selanjutnya