Sukses Kembangkan Bunga Krisan dan Kopi, Payo Dicanangkan Jadi Wisata Agro

"Kondisi daerah yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin sangat mendukung pengembangan bidang pertanian"
Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian Suwandi didampingi Wako dan Wawako Solok Panen Bunga Krisan yang dikembangkan di Payo (Humas dan Protokol Pemko Solok)
Payo teegolong grade A dan sudah memenuhi syarat untuk kualitas ekspor.

Sementara itu, Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Ir. Suwandi menekankan agar wisatawan dapat terkesan dengan wisata yang dikunjunginya, berikanlah kesan yang baik kepada mereka dengan memberikan buah tangan yang ditawarkan tempat wisata,.

”Saya harap wisata agro ini mampu menyajikan produk yang unik, interaktif, dan yang terpenting mampu memberikan oleh-oleh yang berkesan kepada wisatawan” tambahnya.

Banyak inovasi-inovasi yang bisa dikembangkan agar kawasan wisata agro Payo memiliki nilai jual tersendiri. Selain itu, untuk menunjang konsep wisata yang ditawarkan, perlu dikombinasikan dengan wisata kuliner khas kota Solok lainnya.

"Mudah-mudahan wisata agro ini menjadi model penerapan inovasi teknologi yg orientasinya wisata edukasi, agrowisata hanya sebagai supportingnya dan nanti harus ada penerusnya sehingga agrowisata ini tidak mati” tutupnya.

 

[Syafriadi]