TdS Etape 5 Sampai di Pasaman, Ini Pesan Wakil Bupati Pasaman

Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama saat menyerahkan hadiah kepada pembalap yang juara
Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama saat menyerahkan hadiah kepada pembalap yang juara (KLIKPOSITIF)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Pelaksanaan Tour de Singkarak etape 5 di Kabupaten Pasaman, Sumbar berjalan dengan sukses meski diguyur hujan deras, Kamis 8 November 2018 siang. Kali Kabupaten Pasaman mendapat titik finis dan star nya di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Sebanyak 20 tim TDS 2018 melintasi daerah objek wisata kebanggaan Kabupaten Pasaman yaitu Museum Tuanku Imam Bonjol dan Taman Equator Bonjol. 

Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama merasa bangga dengan suksesnya Iven internasional ini. Dan sejumlah objek wisata Pasaman dilewati oleh para pembalap dan timnya.

Baca Juga

"Di Pasaman terdapat garis katulistiwa yang mana setiap bulan Maret dan bulan September antara tanggal 21 sampai dengan 23 terdapat fenomena alam yang biasa kita sebut titik kulminasi matahari." jelas Atos dihadapan para pembalap dan official serta masyarakat yang menyaksikan penyerahan hadiah kepada pemenang.

Peristiwa ini lanjut Atas, dimana matahari sejajar dengan garis tengah bumi (garis katulistiwa) pada 0 detik,  0 menit dan 0 derajat garis lintang sehingga semua benda yang berada pada garis katulistiwa tidak memiliki bayangan beberapa saat.

Kemudian, soal perhelatan TDS ini yang ke 6 kalinya dilaksanakan di Kabupaten Pasaman, merupakan salah satu iven terbesar di Sumatera Barat. Pada kesempatan ini secara tidak langsung Pemkab Pasaman juga bisa memperkenalkan budaya daerah dan destinasi wisata yang ada di daerah Pasaman pada manca negara.

"Mudah-mudahan dengan ridho Allah SWT mulai dari star sampai finis di Pasaman, semua atlit dan kru yang terlibat dalam acara ini berjalan dengan aman dan sukses. Terimakasih kepada panitia pelaksana dan semua pihak yang telah bekerja dan ikut mendukung terselenggaranya acara ini dengan sebaik baiknya" ujar Atos.

Kemudian pada Etape 5 Tour de Singkarak (TdS) 2018 ini memunculkan juara baru. Ryan Cavanagh dari St. George Continental Cycling Team menjadi pebalap yang finis pertama di Pasaman dengan catatan waktu 4 jam 7 detik.

Di belakang pebalap Australia ini menyusul Nur Amirul Fakhruddin Mazuki dari tim Malaysia Terengganu Cycling Team dan Rustom Lim yang tergabung dalam 7 Eleven - Cliqq Roadbike Philippines menembus garis finis di urutan ketiga. Catatan waktu ketiga pebalap ini nyaris sama. Ryan diuntungkan karena finis dengan raihan poin yang lebih banyak.

Sedangkan, nama Oleksandr Polivoda kembali muncul dalam catatan juara. Pebalap yang memenangkan Etape 2 tersebut, hari ini tampil sebagai sprinter terbaik. Polivoda mengumpulkan poin sprint terbanyak dan berhak atas Green Jersey. Gelar Raja Tanjakan pada balapan kali ini juga menjadi milik pebalap baru.

Marcelo Felipe dari 7 Eleven - Cliqq Roadbike Philippines mencatatkan poin terbanyak. Meski harus rela melepas, Green dan Polkadot Jersey, Jesse Ewart masih menjadi pebalap tercepat dalam seluruh etape. Hingga etape ke-5 dia mencatatkan waktu 19 jam 53 menit dan 59 detik.

Artinya, selain kembali naik podium untuk waktu tercepat tiga kali secara beruntun, dia akan tetap memulai balapan besok dengan mengenakan kaos berwarna kuning.

Gelar Pebalap Terbaik Indonesia masih menjadi milik Muhammad Abdurrohman. Pebalap KFC Cycling Team ini menjadi pebalap Indonesia tercepat dengan total waktu 19 jam 53 menit 59 detik.

Hari ini 91 pebalap menembus rute sejauh 161.4 kilometer. Sebelumnya rute awal sejauh 170.5 kilometer dan kemudian dipangkas, lantaran banjir yang terjadi di sekitar Taram.

[Man St Pambangun]

Penulis: Khadijah | Editor: -