Bapenda Padang Sosialisasikan Kenaikan Biaya Pajak Air Tanah pada Masyarakat

"Sosialisasi itu bertujuan untuk penerapan Perwako baru yang rencananya mulai dijalankan pada 1 Juli 2018 pada seluruh wajib pajak air tanah"
KabID Penagihan dan Pemeriksaan Bapenda Padang, Budi Payan (KLIKPOSITIF /Khadijah)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dalam rangka meningkatkan pendapatan dari pajak air dan tanah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Padang melakukan Sosialisasi Perwako nomor 21 tahun 2018 tentang Nilai Perolehan Air untuk wilayah Kota Padang.

Sosialisasi itu bertujuan untuk penerapan Perwako baru yang rencananya mulai dijalankan pada 1 Juli 2018 pada seluruh wajib pajak air tanah. Pengesahan untuk penerapan Perwako itu dilakukan oleh Wali Kota Padang yang diwakili oleh Staf Ahli Setdako Padang, Dian Fikri, di Hotel Rocky pada Kamis, 28 Juni 2018.

"Adanya Perwako ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dari pajak air tanah oleh para wajib pajaknya. Karena seperti yang kita ketahui bahwa pajak daerah berperan penting dalam pembangunan daerah dengan besarnya jumlah angka yang didapatkan Bapenda Padang tiap tahunnya," ujar Dian Fikri.

Di sisi lain disampaikan, penetapan Perwako itu mengacu pada Pergub Nomor 119 Tahun 2017 tentang Nilai Perolehan Air Tanah yang ditetapkan oleh Gubernur Sumbar. Pergub tersebut selanjutnya menjadi pedoman bagi Bupati dan Walikota untuk menetapkan Peraturan Bupati/Walikota tentang Nilai Perolehan Air Tanah di wilayah Daerah masing-masing.

"Jadi dengan terbitnya Perwako tersebut sekaligus juga mencabut berlakunya Perwako nomor 15A tahun 2011," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penagihan dan Pemeriksaan Pajak Daerah, Budi Payan, menjelaskan, di dalam Perwako tersebut dijelaskan 5 kelompok pengguna air tanah, yaitu :

Kelompok 1, yaitu pemasok air baku, perusahaan air minum, industri air minum dalam kemasan, pabrik es kristal dan pabrik minuman olahan.

Kelompok 2, yaitu industri tekstil, pabrik makanan olahan, hotel bintang 3, hotel bintang 4, dan hotel bintang 5, pabrik kimia, industri farmasi dan readymix/pengolahan bubur beton.

Kelompok 3, yaitu hotel bintang 1 dan hotel bintang 2, usaha persewaan jasa kantor, apartemen, pabrik es skala kecil, ... Baca halaman selanjutnya