Canangkan PMT-AS, Wawako Solok: Kualitas dan Kuantitas Harus Ditingkatkan

Jadi Rebutan, Wawako Solok Reinier dikerumuni siswa untuk bersalaman saat pencanangan PMT-AS
Jadi Rebutan, Wawako Solok Reinier dikerumuni siswa untuk bersalaman saat pencanangan PMT-AS (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Wakil Wali Kota (Wawako) Solok , Reinier berharap pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) di Kota Solok lebih ditingkatkan setiap tahunnya. Baik dari segi kualitas makanan yang diberikan maupun dari kuantitas anak yang menerima bantuan.

"Program ini sangat penting dalam membantu kecukupan gizi anak sehingga lebih aktif dalam menjalani proses belajar di sekolah," ungkap Reinier saat mencanangkan program PMT-AS kota Solok tahun 2018 di SD N 18 Sinapa Piliang, Selasa (17/4).

baca juga: Update Perkembangan COVID-19 di Kota Solok, 280 PPT Masih dalam Pantauan

Dihadapan pimpinan OPD yang hadir, Reinier menjelaskan, Program PMT-AS juga merupakan bagian dari program nasional dalam membantu keluarga kurang mampu dengan menyasar anak usia sekolah dasar, sebagai upaya menyiapkan generasi yang lebih baik sejak dini.

Orang tua murid tidak lagi perlu mencemaskan biaya belanja anak disekolah, disisi lain, makanan yang diberikan tentunya bernilai gizi tinggi dan higienis. Dengan harapan, semangat belajar dan ketahanan fisik anak dalam menerima pelajaran bisa maksimal.

baca juga: Lamang Hitam, Kuliner Unik dari Talang Babungo

Tahun 2018, pemerintah menganggarkan dana untuk penyediaan PMT-AS lebih kurang 416.178.000. Untuk itu Reinier meminta kepada pihak terkait untuk meningkatkan pengelolaan PMT-AS sehingga tujuam dan sasaran program bisa tercapai maksimal.

"Yang perlu diperhatikan oleh pengelola, Makanan yang diberikan harus disukai oleh anak-anak, jangan diawal-awal kualitasnya bagus dengan gizi memadai namun diakhir mulai menurun, jangan sampai makanan yang diberikan terbuang begitu saja," pinta Reinier.

baca juga: Jelang Lebaran, ASN Pemko Solok Berbagi Paket Sembako

Sebelumnya, Kepala Sekolah SDN 18 Yusnidar mengatakan pihaknya merasa sangat terbantu dengan adanya program PMT-AS. Disamping manfaatnya sangat besar bagi anak, juga berdampak positif dalam mendukung Proses Belajar Mengajar sekolah.

"Melalui program ini, juga akan sangat membantu dalam menurunkan tingkat ketidak hadiran peserta didik dan mendorong semangat belajar sehingga terjadi peningkatan nilai siswa," ungkap Yusnidar yang mengaku bersyukur sekolahnya dijadikan lokasi pencanangan PMT-AS 2018.

baca juga: Kasus COVID-19 di Kotobaru Solok, 60 Orang Negatif, 3 Orang Uji Ulang

Seperti biasanya, PMT-AS diberikan kepada siswa dalam bentuk kudapan sederhana namun kaya akan gizi. Bukan dalam bentuk makanan lengkap seperti nasi dan lauk pauk, bukan pula produk pabrik yang belum tentu aman bagi siswa.

Bahan pembuatan PMT-AS sangat diutamakan berasal dari bahan lokal pertanian hasil daerah. Yang paling penting adalah bebas pengawet dan pewarna buatan yang bisa membahayakan kesehatan para peserta didik.

"Dengan adanya PMT-AS, juga menjadi media dalam mengajarkan perilaku hidup bersih, meransang anak untuk gemar menabung sebab kudapan yang diberikan bisa menggantikan jajanan bagi anak didik dan pastinya membantu ekonomi keluarga kurang mampu," tutupnya.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah