Pentingnya Rumah Sederhana Aman Gempa untuk Daerah Rawan Gempa

Kegiatan pemberian materi tentang membuat bangunan aman gempa
Kegiatan pemberian materi tentang membuat bangunan aman gempa (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Build Change merupakan lembaga nirlaba yang peduli dan mempunyai focus kepada pembangunan bangunan aman gempa, utamanya rumah sebagai tempat tinggal dan sekolah, disamping memberikan pembinaan kepada masyarakat untuk membantu menciptakan bangunan aman gempa, Build Change terus berkomitmen meningkatkan pengetahuan masyarakat di Indonesia terutama yang tinggal di wilayah rawan gempa, seperti Sumatera Barat dan sekitarnya.

Build Change/Yayasan Bangunan Cemerlang Indonesia dengan dukungan JTI Foundation menjalankan Program BBM (Bata Berkualitas Menguatkan) sejak 2015 dengan pilot project di Kota Padang dan wilayah pesisir barat Sumatera, dimana sejak Mei 2016 implementasi secara penuh telah dan sedang dijalankan sampai dengan April 2019 untuk meningkatkan mutu bata dengan mengacu kepada SNI (Standar Nasional Indonesia).

Pengetahuan tentang pentingnya bangunan aman gempa harus diketahui masyarakat. Selain itu, karena Kota Padang adalah daerah yang rawan gempa, hal itu menyebabkan secara tidak langsung membuat masyarakat wajib untuk memiliki rumah aman gempa. Terlebih, masyarakat Kota Padang memiliki pengalaman buruk saat terjadinya gempa pada 31 Oktober 2009 lalu. Saat itu tidak sedikit bangunan yang runtuh dengan kondisi yang sangat parah, sehingga menimbulkan banyak korban dengan kondisi luka ringan dan berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Hal itu tentunya menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat.

Baca Juga

Oleh karena itu, Build Change bersama Pusat Studi Bencana (PSB) Unand mengadakan Seminar Rumah Sederhana Aman Gempa dengan pesan, “Bukan Gempa yang Membunuh, Tapi Bangunannya” pada Sabtu (17/3) di Ruang Seminar E, Kampus Universitas Andalas. Hadir sebagai pembicara pada saat itu Kepala Staf Geofisika Kelas I Silaing Bawah Rahmat Triyono, Sekretaris BPBD Kota Padang Hendra Mardhi, Tim Ahli Pusat Studi Bencana Unand Febrin Anas Ismail dan Design Engineer Build Change Laura Masmia Putri. Selain itu, kegiatan tersebut turut diramaikan oleh berbagai OPD yang memiliki kaitan dengan kesiasigaan bencana seperti ACT, Pemadam Kebakaran, dan lainnya. Selain itu, seminar tersebut juga dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kota Padang lainnya seperti Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Bung Hatta (UBH), Universitas Putra Indonesia (UPI) dan beberapa kampus lainnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Staf Geofisika Kelas I Silaing Bawah, Rahmat Triyono mengungkapkan bahwa, Kota Padang adalah daerah yang menjadi salah satu prioritas dalam menghadapi bencana, baik itu secara mental maupun bangunannya. Hal itu karena Kota Padang adalah salah satu daerah yang rawan mengalami bencana alam seperti gempa bumi.

“Gempa dapat menyebabkan berbagai bencana seperti tsunami, longsor hingga kebakaran. Kenapa? Karena pada saat terjadi gempa, seseorang tiba-tiba akan menjadi panik sehingga hanya berpikir untuk menyelamatkan diri. Jadi jika ada yang sedang memasak dan tiba-tiba saja terjadi gempa, maka tak banyak orang yang ingat untuk mematikan kompornya sehingga akan menyebabkan terjadinya kebakaran. Terjadinya kebakaran di suatu rumah ini tentunya dapat menyebar ke sekitarnya dan dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar baik itu moral maupul materiil,” ujar Rahmat Triyono.

Selain itu, lanjut Rahmat Triyono, salah satu pemakan korban saat terjadi bencana alam adalah bangunan, yakni runtuhnya bangunan yang dapat menimpa orang-orang di dalamnya.

“Gempa yang terjadi pada 2009 itu memiliki besar skala hingga 6 MMI, skala gempa itu dapat dikatakan cukup besar. Sehingga kejadian gempa saat itu menjadi salah satu gempa yang terbesar dalam sejarah Indonesia. Pada saat terjadi gempa, bangunan yang runtuh itu bukan hanya disebabkan oleh dindingnya yang roboh, tapi juga struktur bangunan dalam rumah,”  ungkap Rahmat.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Padang Hendra Mardhi mengungkapkan, di Kota Padang ada 10 potensi ancaman bencana seperti gempa bumi, tsunami, longsor, banjir dan lainnya.

“Berbagai bencana alam yang terjadi di Kota Padang tentunya memiliki resiko yang dapat mengancam nyawa masyarakat baik itu dalam jumlah banyak maupun sedikit. Tapi di Kota Padang, bencana alam seperti gempa adalah sesuatu yang mesti selalu kita waspadai, karena ia dapat menyerang orang-orang melalui bangunan baik itu rumah sebagai tempat kita berteduh, sekolah, hingga bangunan sekitarnya,” kata Hendra Mardhi.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk awas terhadap bangunan saat terjadi gempa bumi dan sebaiknya tinggal di rumah dengan standar bangunan yang aman gempa.

“Struktur bangunan menentukan keselamatan saat terjadi gempa,” katanya.

Di sisi lain, Tim Ahli Pusat Studi Bencana Unand Febrin Anas Ismail yang merupakan seorang dosen di Fakultas Teknik Unand dan menjadi salah seorang dosen pada mata kuliah Teknil Sipil menyampaikan pesan yang tak jauh berbeda dari yang diucapkan oleh pembicara sebelumnya.

Ia menyampaikan, dalam pemabangunan sebuah bangunan, ada yang luput dalam kegiatan pembangunan tersebut, sehingga menimbulkan titik retak bangunan yang berada di sudut bangunan.

“Selain pentingnya struktur bangunan dalam menentukan kuatnya bangunan, material yang tidak kuat juga dapat mengancam keselamatan ketika terjadi gempa bumi. Karena komponen-komponen bangunan itu adalah struktur yang mana itu seperti tiang-tiang, dan non struktur pada bangunan itu seperti material. Oleh karena itu, untuk bangunan yang aman gempa itu harus memiliki struktur dan non struktur yang kuat,” kata Febrin Anas Ismail.

Pada kesempatan yang sama, Design Engineer Build Change Laura Masmia Putri turut menyampaikan pesan dan saran yang dapat digunakan masyarakat dalam tujuan pembangunan rumah aman gempa.

Ia mengungkapkan, rumah aman gempa dapat dibangun dengan prinsip 3C, yakni Configuration, Connection dan Construction Quality.

“Untuk Configuration itu dapat dipahami seperti geometri, bentuk daerah, struktur tanah dan lainnya. Sementara untuk connection (analogi) berlaku pada selruh bangunan, seperti pondasi dan sloof, antar beton bertulang, beton bertulang dan dinding, antara kayu, antara kayu dan rangka kuda serta hubungan-hubungan pada struktur bangunan lainnya,” kata Laura Masmia.

Selanjutnya, lanjut wanita yang akrab disapa Mia ini, menjelaskan C yang ketiga Construction Quality (material) untuk bangunan yang digunakan termasuk hal penting. Pada saat proses konstruksi, material yang baik tidak menjamin bangunan menjadi aman gempa. Diperlukan pengawasan yang baik selama proses konstruksi untuk memastikan setiap proses dilakukan dengan benar untuk mencapai kekuatan stuktur yang diinginkan.

Ia mengutarakan, membuat bangunan aman gempa sebenarnya tidak terlalu sulit, namun ada yang harus sangat diperhatikan saat akan membangun bangunan tersebut seperti yang saya sampaikan sebelumnya. Penggunaan bahan bangunan yang berkualitas itu tak kalah pentingnya dalam pembangunan. Batu bata merupakan salah satu contoh material yang perlu diperhatikan kualitasnya, Build Change juga membina koperasi Bata Jaya yang beranggotakan pengrajin batu bata yang berlokasi di Lubuk Alung, Koperasi ini juga memiliki unit usaha yang fokus pada penyediaan batu bata berkualitas yang bias dibeli oleh masyarakat di Sumatera Barat.(*)

Penulis: Khadijah