Ajang Promosi Pariwisata, TDS 2017 Etape 9 Sukses di Pasaman

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis bersalaman dengan pembalap TDS 2017 jelang star di halaman kantor Bupati Pasaman.
Bupati Pasaman, Yusuf Lubis bersalaman dengan pembalap TDS 2017 jelang star di halaman kantor Bupati Pasaman. (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

KLIKPOSITIF - Tour de Singkarak (TdS) tahun 2017 etape 9 di Kabupaten Pasaman, Sumbar, berlangsung dengan sukses. Ribuan penonton menyaksikan iven internsional itu mulai star dari Lubuk Sikaping hingga finis Kota Bukittinggi, Minggu 26 November 2017.

Jarak tempuh etape 9 ini sekitar 117 kilometer. Kondisi jalan di Pasaman yang dilalui pembalap masuk dalam kategori layak. Pembalap star di halaman kantor Bupati Pasaman di Lubuk Sikaping, kemudian pembalap berkeliling Lubuk Sikaping. 

Pembalap juga melalui pasar Lubuk Sikaping, makam pahlawan berbelok ke kiri arah bypas, keluar di Sawah Panjang terus belok kiri kembali ke depan Kantor Bupati dan langsung menuju arah Bukittinggi.

Baca Juga

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis bersama Wakil Bupati Pasaman dan Muspida melepas secara resmi TdS 2017 etape 9 di halaman kantor Bupati setempat. Pasaman ikut dalam iven internasional ini sejak tahun 2013 lalu. 

"Sangat banyak manfaat dan dampak positifnya bagi Kabupaten Pasaman. Selain mempromosikan pariwisata, juga berbagai bantuan sarana dan prasana jalan kita peroleh," sebut Yusuf Lubis.

Dalam setiap iven TdS ini, ia selalu berharap kepada pemerintah pusat melalui Kementrian Pariwisata RI agar ikut membantu pembangunan dan membenahi objek wisata Equator di Bonjol.

"Melalui Iven Tour de Singkarak 2017, kita bermohon kepada Kementrian Pariwisata RI untuk membantu membangun dan membenahi objek wisata Equator Bonjol menjadi menarik," kata Yusuf Lubis.

Para pembalap melewati objek wisata Equator di Bonjol. Equator menjadi destinasi dan objek wisata andalan bagi Kabupaten Pasaman, namun belum terkelola dengan baik. Di sana ada museum Tuanku Imam Bonjol yang sudah mendunia, peristiwa titik kulminasi dua kali dalam satu tahun. 

"Kalau objek wisata ini dikelola dengan baik, kita yakin akan mempunyai daya tarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri" ujarnya.

Melalui Iven TdS inilah, kesempatan Kabupaten Pasaman mempromosikan kepada para pengunjung yang datang dari berbagai negara di dunia. "Semoga dengan adanya Iven TdS mempunyai dampak positif terhadap wisata Pasaman," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pasaman, Ricky Riswandi menambahkan, untuk membangun dan membenahi objek wisata tidak bisa hanya mengandalkan dinas yang dipimpinnya saja, tapi semua pihak harus ikut turun tangan, terutama soal pembiayaan atau keuangan yang membutuhkan dana besar.

"Khusus untuk objek wisata Equator, kami sudah siapkan perencanaan pembangunannya. Tapi untuk membangun Equator itu menjadi menarik, butuh dana sebesar Rp17 Miliar lebih," ujar Ricky kepada KLIKPOSITIF.

Menurut Ricky, bicara dana belasan miliar untuk membangun sebuah lokasi objek wisata tentu Pemkab Pasaman belum mampu. Sebab, keuangan pemerintah daerah belum memadai untuk itu semua.

"Makanya pembangunan atau pengelolaan objek wisata itu secara bertahap dilakukan. Sebab,tidak bisa sekaligus bisa selesai," katanya.

HIBURAN RAKYAT

Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata menghadirkan hiburan rakyat seharian dalam menyambut Iven Tour de Singkatan (TdS) 2017.

Pemkab Pasaman, menampilkan kesenian dari Sanggar Seni Budaya Pasaman Saiyo dan lagu minang dari Bravo Bigband Lubuk Sikaping.

Pemkab Pasaman sengaja menyajikan berbagai potensi kesenian tradisional dari putra-putri terbaik Pasaman diajang Iven internasional ini. Sehingga berbagai kesenian Pasaman bisa dikenal oleh dunia.

Menurut Ricky, kesenian tradisional yang ditampilkan tersebut berasal dari Sanggar Seni Budaya Pasaman Saiyo dan lagu minang dari Bravo Bigband Lubuk Sikaping. Untuk kesenian tradisional, ditampilkan tari gelombang, tari danting sumando, tari iriak anjai, dan tari Indang Muaro Manggung. Tidak kalah pentingnya drama tradisi turun ke sawah.

Sementara itu, dari Bravo Bigband Lubuk Sikaping menampilkan vocalis Sandy Pandora, Aprilla Yuzia Putri, Muhammad Rifandi, Man KDL, Randi Raditia Ramli, dan Wanda fanidia. Mereka akan menghibur penonton dengan tembang lagu minang.

[Man St Pambangun]

Penulis: Webtorial