Prosesi Arak Bako Kota Solok, Siap Pecahkan Rekor MURI

15. Pawai Budaya dari Terminal Bareh Solok menuju Ruang Terbuka Hijau pada puncak perayaan HUT Kota Solok ke-46
15. Pawai Budaya dari Terminal Bareh Solok menuju Ruang Terbuka Hijau pada puncak perayaan HUT Kota Solok ke-46 (Ist)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Dalam rangka menyambut hari jadi Kota Solok yang ke 47, Pemko bersama Bundo Kanduang akan melakukan pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Pawai Baju Kuruang Basiba terbanyak pada yang direncanakan akan dihelat pada 14 Desember 2017.

Pawai budaya Baju kuruang Basiba yang dikemas dalam tradisi Arak Bako tersebut direncanakan diikuti oleh lebih kurang 1.500 orang Bundo Kanduang. Juga akan dimeriahkan dengan penampilam 13 prosesi adat yang tumbuh dan bekembang di Kota Solok.

Diagendakan, Pawai Baju Kuruang Basiba lengkap dengan katidiang hitam dan 13 prosesi adat ini, akan diarak dengan mengambil titik start dari jalan Prof. M. Yamin tepatnya di depan Masjid Syura Pandan melewati Pasar Raya, Taman Syech Kukut dan berakhir di Simpang Denpal Kota Solok.

Baca Juga

Berbagai upaya dan persiapan suksesi pemecahan rekor tersebut terus dilakukan Dinas Pariwisata Kota Solok bersama pihak terkait lainnya. Jika tidak ada aral melintang, pawai budaya tersebut bakal dihadiri Menteri Pariwisata, Menteri Koperasi dan UMKM RI, serta Gubernur Sumatera Barat.

Menurut Wali Kota (Wako) Solok Zul Elfian, Pawai Budaya dalam prosesi arak bako dan prosesi adat lainnya merupakan iven yang senantiasa dilakukan setiap momen hari jadi Kota Solok. Namun kali ini, ditargetkan bakal diikuti oleh peserta yang lebih banyak lagi dari biasanya.

"Kita coba memecahkan rekor muri prosesi Arak Bako Terbanyak yang sebelumnya dipegang oleh daerah lain, untuk itu kami mohon doa dan dukungan dari segenap lapisan masyarakat Kota Solok," ungkap Zul Elfian, Jumat 8 Desember 2017.

Wako berharap, iven budaya Kota Solok tersebut bakal berjalan sesuai yang diharapkan, serta mampu menggoresan catatan dalam Museum Rekor Indonesia. Pastinya, akan menjadi sejarah bagi segenap lapisan masyarakat Kota Solok.

Seperti biasanya, kegiatan ini juga disandingkan dengan lomba foto bagi fotografer se-Sumatera Barat. Dan akan dinilai oleh juri-juri profesional seperti Arbain Rambay, Risman Marah, Widya Sartika Amrin, dan Erison J. Kambari. Nyaris dipastikan, kegiatan ini bakal berlansung meriah.

Selain ditargetkan bakal memecahkan rekor MURI, Pawai budaya Kota Solok juga diharapkan bisa menjadi hiburan bagi masyarakat dan menarik perhatian wisatawan, baik daerah maupun manca negara. Pawai budaya akan menjadi prosesi akbar menjelang hari jadi perayaan HUT Kota Solok.

Kegiatan rutin ini juga merupakan salah satu bentuk pelestarian adat dan budaya Kota Solok, apalagi di tengah pengaruh ragam budaya dari daerah luar. "Partisipasi pihak terkait dan segenap masyarakat kota Solok sangat diharapkan demi suksesnya kegiatan tersebut," harap Zul Elfian.

[Syafriadi]

Penulis: Webtorial