Selamatkan dari Kepunahan, Pemko Solok Dorong Pengembangan Ayam Kukuek Balenggek

Wako Solok Zul Elfian saat meninjau Lomba Ayam Kukuek Balenggek di Kantor Balaikota Solok, Minggu(3/12)
Wako Solok Zul Elfian saat meninjau Lomba Ayam Kukuek Balenggek di Kantor Balaikota Solok, Minggu(3/12) (Ist)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Meskipun bukan hewan endemik khas Kota Solok, namun perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Solok akan pelestarian Ayam Kukuek Balenggek tak perlu disangsikan lagi. Hal ini tergambar jelas dari lomba Ayam Kukuek Balenggek yang dihelat Pemko Solok, Minggu 3 Desember 2017.

Lomba dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Solok ke 47 dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok yang bekerja sama dengan Komunitas Pecinta Ayam Kukuak Balenggek (KPAKB) Kota dan Provinsi Sumatera Barat.

Bahkan, peminat lomba kukuek Ayam Balenggek terbilang cukup tinggi. Ratusan peserta dari berbagai daerah di Sumbar dan provinsi tetangga tidak ketinggalan ikut iven perdana yang dilakukan oleh Pemko Solok tersebut.

Baca Juga

Ada tiga nomor yang dipertandingkan, Yakni kelas landik (kokok minimal 3 tingkat), kelas boko (kokok minimal 5 tingkat) dan kelas istimewa (kokok minimal 7 tingkat). Serta ditambah nomor favorit yang diambil dari ayam, yang dinilai memiliki kokok yang indah dengan suara yang merdu.

Wali Kota (Wako) Solok, Zul Elfian dalam sambutannya berharap kegiatan ini bisa dilestarikan, sebagaimana tujuan lomba untuk menjaga keberadaan ayam kukuak balenggek yang terbilang sudah mulai langka. Ayam Kukuek Balenggek merupakan salah satu kekayaan alam Solok secara umum.

"Lestarikan Ayam Kukuek Balenggek melalui kelompok-kelompok pecinta dan budidaya yang ada. Saya harap bisa lahir varietas Ayam Kukuek Balenggek yang baru dengan keunikan tersendiri," sebut Zul Elfian.

Populasi ayam kukuak balenggek di daerah endemiknya seperti Kabupaten Solok yang merupakan saudara tua Kota Solok terus mengalami penurunan. Penurunan itu tidak hanya terjadi pada ayam jantan, melainkan juga pada induk ayam betina.

Zul Elfian juga meminta Dinas pertanian Kota Solok untuk memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan ayam kukuak balenggek di Kota beras, melalui bimbingan kepada masyarakat dan kelompok budidaya ayam kukuek balenggek.

Ketertarikan Wako dengan prospek pengembangan Ayam Kukuek Balenggek sangat terlihat jelas, Ia bahkan berharap, KPAKB bisa melakukan kontes setiap bulannya.

Wako berpandangan, pecinta Ayam Kukuek Balenggek yang cukup tinggi merupakan sebuah peluang yang bisa diintegrasikan dengan jejaring pengembangan pariwisata Kota Solok. Melalui event yang teragendakan secara rutin.

Sementaran itu, Ketua KPAKB Sumbar, Eri Satri Dt Rajo Kuaso, menyatakan Ayam Kukuak Balenggek adalah plasma nutfah Sumbar yang berada di stadium 4 punah.

Lomba ini merupakan salah satu upaya menyelamatkan spesies ayam yang sudah langka dan terancam punah. Ayam kukuak balenggek merupakan salah satu spesies ikonik Solok (Kota Solok, Kabupaten Solok dan Solok Selatan).

"Ayam ini belum pernah ditemukan di daerah lain di Indonesia maupun dunia. Ayam ini tergolong ke dalam ayam penyanyi, karena mempunyai suara kukuak yang merdu dan enak didengar," ungkap Eri satri.

Saat ini, pencinta ayam kukuak balenggek sedang gencar-gancarnya mengembangkan ayam kukuak balenggek hasil persilangan. Seperti ayam randah batu. Jenis Ayam ini, merupakan keturunan dari persilangan ayam randah batu dengan ayam kukuak balenggek, sehingga suara dan tingkatan kokoknya sangat khas dan hanya ada di Solok.

"Saat ini, juga sedang dikembang varian kinantan cantuang gombak bawuak dengan performa berwarna serba putih dengan memiliki gombak (bulu di atas kepala) dan memiliki cantuang (bulu di belakang leher) serta bawuak (jenggot di bawah paruh)," tutupnya.

[Syafriadi]

Penulis: Webtorial | Editor: -