Menkes RI Launching PSC 119 Smash Care's Kota Solok

Mentri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek memukul gong tanda dilaunchingnya SPC 119 Smash Care's Kota Solok
Mentri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek memukul gong tanda dilaunchingnya SPC 119 Smash Care's Kota Solok (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Mentri kesehatan Republik Indonesia, Nila F. Moeloek melaunching pelaksanaan program Public Safety Center (PSC) 119 Solok Madinah Sehat Cara Revolusi untuk Sehat (Smash Care'S), Kamis 30 November 2017 di SMK N 1 Kota Solok.

PSC 119 Smash Care's merupakan integrasi program pemerintah pusat yakni PSC 119 dengan program Pemko Solok yakni Smash Care's. Program ini, merupakan bentuk jemput bola pelayanan kesehatan saat darurat secara lansung kepada masyarakat.

Secara sederhana, pelayanan kesehatan tersebut dilakukan dengan mendatangkan langsung dokter dan ahli medis ke rumah masyarakat, setelah menghubungi Call center PSC 911. Ini ditujukan untuk melayanani kondisi gawat darurat pra hospital.

Baca Juga

"Tingginya angka kasus kecelakaan lalu lintas dan penyakit emergensi lainnya, semisal stroke dan penyakit kardiovaskuler, memerlukan terobosan layanan kesehatan yang bersifat cepat dan berkualitas," ungkap Nila F. Moeloek dihadapan Walikota Solok H. Zul Elfian.

Diakui Menkes, PSC 119 Smash Care's merupakan yang pertama di Sumatera Barat. Melalui terobosan ini diharapkan masyarakat kota Solok dapat mengakses layanan kesehatan secara lebih luas dan cepat, serta berkualitas Melalui call center bebas pulsa PSC 119.

"Jangan biarkan pasien yang mencari, namun kitalah yang berusaha untuk mendekat dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Jangan biarkan pasien terombang - ambing apalagi ditolak untuk dilayani," tegas Menkes.

Ia juga meminta, puskesmas yang ada tidak hanya pasif menunggu masyarakat atau pasien datang, tetapi juga mengirim dokter atau tenaga kesehatan ke rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan dini tentang penyakit yang mungkin diderita

Ditekankannnya, semua pihak harus mendukung peningkatan pelayanan kesehatan yang dilakukan pemko Solok agar dapat berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program pencegahan penyakit harus digalakkan melalui budaya hidup sehat.

Sementara itu, Wali Kota (Wako) Solok, Zul Elfian mengatakan, upaya peningkatan layanan dan derajat kesehatan masyarakat terus menjadi program prioritas Pemko Solok. Selain itu, tentunya perlu didukung dengan integrasi dan keberadaan fasilitas kesehatan, baik Puskesmas maupun RSUD milik daerah.

Kota Solok saat ini sudah memiliki empat puskesmas dengan keunggulan yang berbeda-beda. Puskesmas Tanah Garam diarahkan untuk puskesmas ramah anak, Puskesmas KTK lebih mengutamakan layanan kesehatan terhadap lansia.

Kemudian, Puskesmas Nan Balimo diprioritaskan sebagai Faskes tingkat pertama untuk rawat inap dan tempat terapi khusus untuk berhenti merokok, terakhir Puskesmas Tanjung Paku dengan sistim layanan secara umum.

Wako berharap, kedatangan Menkes membawa semangat baru dan turut mendorong dan mendukung pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Solok.

[Syafriadi]

Penulis: Webtorial