Kejar Target Penerimaan, Bapenda Kerja Lebih Keras Tagih PBB ke Wajib Pajak Terhutang

"Rendahnya kesadaran WP dalam membayar pajak membuat Bapenda jemput bola langsung"
Surat Edaran yang dibuat oleh Bapenda Padang untuk Wajib PBB (KLIKPOSITIF/Khadijah)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah satu objek pajak yang tidak mencapai target realisasi penerimaan saat Triwulan III pada September 2017 lalu. Ada banyak hal yang menyebabkan tidak tercapainya target PBB, salah satunya karena berbagai kendala Wajib Pajak (WP) saat dilakukan penagihan.

"Kami telah menyebarkan SPPT 2017 sejak Maret lalu pada seluruh masyarakat yang ada di tiap Kecamatan, melalui tiap Pokja Bapenda yang diantarkan langsung oleh kolektor ke setiap wajib PBB. Namun yang melakukan pembayaran setelah menerima SPPT itu sangat sedikit," kata Kasubid Penagihan Pendapatan Daerah, Nilson.

Ia mengungkapkan, permasalahan yang ditemui Bapenda sejak dulu dari WP adalah rendahnya kesadaran mereka dalam membayar pajak. Hal itu membuat Bapenda mau tak mau jemput bola khusus untuk PBB ini. Padahal, 5 Pokja yang dibuka Bapenda berfungsi untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus PBB, termasuk melakukan pembayaran pajaknya disana.

"Karena rendahnya partisipasi wajib PBB yang sadar untuk pergi melakukan pembayaran pajak, sejak Agustus lalu Bapenda melakukan penagihan PBB serentak terhadap seluruh WP yang ada di Kota Padang. Penagihan serentak itu dilakukan oleh seluruh anggota Bapenda serta seluruh kolektor yang berasal dari 5 Pokja," kata Nilson kepada KLIKPOSITIF.

Nilson megungkapkan, selama melakukan penagihan PBB serentak pada seluruh WP yang ada di seluruh Kota Padang, Bapenda telah mengumpulkan pajak hingga Rp41 Milyar, dari target penerimaannya sebanyak Rp58 Milyar. Pencapaian Bapenda terhadap pemungutan PBB, kata Nilson, telah mencapai 92 persen.

"Nah, delapan persen lagi dari WP inilah yang paling susah kami tagih pajaknya. Bayangkan, beribu alasan mereka ungkapkan untuk menghindari pembayaran pajak ini. Padahal meskipun mereka menghindari pembayarannya, mereka tetap saja akan ditagih, bahkan mereka akan dikenai denda dan ditindak," kata Nilson.

Oleh karena itu, ... Baca halaman selanjutnya