Sistem Pajak Self Assessment dan Official Assessment, Apa Itu?

"Untuk pajak daerah, Bapenda Padang menetapkan sembilan dari 11 objek pajak menggunakan self Assessment"
Ilustrasi (Kinciakincia.com)

PADANG, KLIKPOSITIF - Positifers, di dalam pemungutan pajak, ada dua sistem yang diterapkan oleh pemungut pajak seperti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), yakni Self Assessment dan Official Assessment. Lalu apa pengertiannya?

Nah, menurut pengertiannya. self assessment Self assessment merupakan suatu sistem perpajakan yang memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada Wajib Pajak untuk berinisiatif mendaftarkan dirinya untuk mendapatkan NPWP (nomor pokok wajib pajak), serta menghitung, memperhitungkan, membayar dan melaporkan sendiri pajak terutang.

Untuk pajak daerah, Bapenda Padang menetapkan sembilan dari 11 objek pajak menggunakan self Assessment, yakni:
1. Pajak Restoran
2. Pajak Hotel
3. Pajak Hiburan
4. Pajak Penerangan Jalan
5. Pajak Mineral bukan Logam (Galian C)
6. BPHTB
7. Pajak Sarang Burung Walet
8. Pajak parkir

Objek pajak yang termasuk ke dalam self assessement mengharuskan Wajib Pajak (WP) membayar kewajibannya sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Untuk Bapenda Padang, ia menetapkan tanggal 20 tiap bulan pada WP untuk menunaikan kewajibannya dengan cara menghitung sendiri omset yang didapatnya hingga tanggal tersebut, lalu memotong 20 persen dari pendapatan tersebut.

Sementara itu, Official Assessment adalah sistem pemungutan yang memiliki wewenang kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besrnya pajak yang terutan goleh wajib pajak. Sistem ini umumnya diterapkan terhadap jenis yang melibatkan masyarakat luas dimana masyarakat selaku wajib pajak dipandang belum mampu disertai tanggung jawab untuk menghitung dan menetapkan pajak. Utang pajak akan timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh fiskus. Bapenda Padang menetapkan tiga objek pajak yang masuk ke dalam official assessment, yakni:
1. PBB
2. Pajak Air dan Tanah
3. Pajak Reklame