Koperasi Serba Usaha Bata Jaya (KSUBJ) Si Pengawal Keberlanjutan

"Didirikan dengan komitmen bersama para pemangku kepentingan pada tanggal 15 Oktober 2015 di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman,"
Koperasi Serba Usaha Bata Jaya (KSUBJ) wujud komitmen dari Yayasan Bangunan Cermerlang Indonesia/Build Change (Ist)
yang digunakan untuk membiayai proses produksi bata berkualitas, Pinjaman Pengadaan Kayu yang
digunakan untuk pembelian kayu sebagai bahan bakar pada saat proses pembakaran bata, dan Pinjaman Perawatan yang ditujukan untuk memberikan bantuan kepada para anggota guna memperbaiki, merawat, dan/atau memelihara sarana produksi yang dimilkinya.

2. Produksi Bata Berkualitas.

KSUBJ saat ini telah memiliki satu tungku sebagai fasilitas pusat produksi bata berkualitas yang telah mendapatkan perijinan secara resmi dari instansi terkait. Namun demikian, saat ini fasilitas produksi ini juga
digunakan sebagai tempat pelatihan dan penelittian yang dikelola dibawah koordinasi dengan Proyek BBM-YBCI/Build-Change.

3. Perdangangan Bata Berkualitas

Sebagai wujud dukungan kepada para pengrajin bata berkualitas, maka KSUBJ membantu melakukan pemasaran bata berkualitas yang diproduksi oleh para anggotanya. Saat ini wilayah pemasaran yang dapat dijangkau oleh KSUBJ telah mencapai 5 Kabupaten/Kota, yakni Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Pasaman Barat. Guna menjamin keuntungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para anggotanya, maka KSUBJ berkomitmen untuk membeli bata berkualitas yang diproduksi dengan harga minimal sebesar IDR. 400/bata, dan akan mengikuti harga pasar pada saat terjadi kenaikkan harga.

Salah satu tantangan sekaligus peluang yang dihadapi oleh KSUBJ guna menjalakan misi dan mewujudkan visinya adalah kondisi terjadinya krisis ketersediaan kayu sebagai bahan bakar utama dalam proses produksi bata berkualitas. Dibawah bimbingan dan koordinasi dengan Proyek BBM, KSUBJ saat ini sedang melakukan riset terhadap penggunaan briket dari tempurung kelapa sebagai pengganti kayu. Riset awal dan beberapa referensi rujukan telah dilakukan, dan diharapkan dapat diperoleh hasilnya di akhir 2017. (*)