Mencium Wanginya Usaha Minyak Atsiri di Kota Beras

"Untuk menghasilkan 8 Kilogram Minyak Atsiri Sereh Wangi, kita membutuhkan bahan baku 1 ton Sereh Wangi, karena rendeleman minyak dalam sereh wangi yang ada di Kota Solok dan daerah tetangga baru mencapai 0,8 persen"
Produk Minya Atsiri Sereh Wangi (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF-Usaha produksi minyak atsiri Sereh Wangi kian menampakkan geliatnya di Kota Solok. Minyak yang dihasilkan dari proses penyulingan (Destilasi) tanaman dengan nama ilmiah Cymbopogon Nardus ini memiliki nilai ekonomis cukup tinggi, sehingga sangat  menjanjikan sebagai sebuah peluang bisnis bagi masyarakat.

Adalah kelompok tani 'Agribisnis', Gawan, Kota Solok. Kelompok tani yang digawangi Djanuardi dan kawan-kawan ini, merupakan salah satu dari sekian kelompok tani usaha atsiri sereh Wangi yang tetap eksis di Kota Solok sejak beberapa tahun silam.

Bermodalkan sebuah ketel atau alat penyulingan yang merupakan bantuan Pemerintah Kota (Pemko) Solok melalui Dinas Koperindag dan UKM tahun 2015 silam bersama anggotanya, Bapak yang sudah menginjak usia kepala enam ini mampu menghasilkan lebih kurang 8 Kilogram Minyak atsiri dalam sehari.

"Untuk menghasilkan 8 Kilogram Minyak Atsiri Sereh Wangi, kita membutuhkan bahan baku 1 ton Sereh Wangi, karena rendeleman minyak dalam sereh wangi yang ada di Kota Solok dan daerah tetangga baru mencapai 0,8 persen," ungkap Pimpinan Kelompok Tani tersebut, Djanuardi, Sabtu 11 Juni 2017.

Diceritakan Bapak 4 anak ini, untuk proses mendapatkan Minyak Atsiri Sereh Wangi, dibutuhkan pengukusan selama lebih kurang 7 hingga 8 Jam. Nantinya dari katel pengukusan, uap akan dialirkan dengan pipa menuju pendingin dan ditampung melalui ember.

Nantinya, dari pipa out-put akan keluar air dan juga minyak atsiri, tinggal dipisahkan dengan teknik sederhana, sebab sifat minyak ini memiliki berat jenis lebih ringan dari air sehingga akan mengapung dan air otomatis akan mengendap di bagian bawah.

Nantinya, minyak atsiri yang ... Baca halaman selanjutnya