Pemko Solok Bersama Masyarakat Payo Kembangkan Budidaya Bunga Krisan

"Sebelum pengembangan disini, kita bersama pihak Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Cipanas melakukan survey, dan ternyata kawasan Payo secara agroklimatnya sangat cocok untuk pengembangan bunga krisan dan tak disangka berhasil"
Zulkifli Ishaq bersama bunga krisan payo saat dipamerkan pada penilaian posyandu terbaik Nasional. (Istimewa)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota (Pemko) Solok bersama masyarakat kawasan Payo terus mengembangkan usaha budidaya Bunga Krisan. Kawasan ini tepatnya berada di RW 06 Kelurahan Tanah garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok. Bahkan, kini nyaris setiap pekarangan rumah warga ditanami dengan bunga bernama ilmiah krisantemum tersebut.

Budidaya bunga yang populer di Indonesia sebagai bunga potong atau bunga hias dalam pot ini, memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan bagi masyarakat. Selain tidak membutuhkan areal yang sangat luas atau bisa dibudidayakan di pekarangan rumah, teknis budidayanya pun juga tidak terbilang begitu sulit.

"Sebelum pengembangan disini, kita bersama pihak Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Cipanas melakukan survey, dan ternyata kawasan Payo secara agroklimatnya sangat cocok untuk pengembangan bunga krisan dan tak disangka berhasil," sebut Kasubag Perencanaan dan Pengembangan Taman dinas Lingkungan Hidup Kota Solok, Zulkifli Ishaq , Rabu 17 Mei 2017.

Bahkan untuk pengembangan lanjutan, masyarakat sekitar dilatih tentang bagaimana budidaya bunga krisan yang baik, serta juga dibekali bibit krisan. Antusiasme warga yang cukup tinggi, sehingga pengembangannya cukup pesat. Awalnya hanya berupa hobi namun sekarang sudah dapat membantu perekonomian keluarga.

"Sekarang, sudah banyak masyarakat yang bisa menjual bunga krisan yang dibudidayakan di rumah. Tak jarang pengunjung dari berbagai daerah lain datang ke Payo untuk membeli bunga milik warga, harga jualnya berkisar Rp. 1.500 hingga Rp.2000 per batang" beber Alumni Pertanian UMMY Solok ini.

Diceritakannya, awalnya bibit diperoleh dari bantuan Balithi Cipanas sebanyak 50 ... Baca halaman selanjutnya