Pemko Solok Tandatangani MoU dengan Balitbang Pertanian-Kementan

Wako Solok H. Zul Elfian didampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menandatangani MoU dengan Kepala Balitbang Pertanian Muhammad Syakir.
Wako Solok H. Zul Elfian didampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menandatangani MoU dengan Kepala Balitbang Pertanian Muhammad Syakir. (Humas dan Protokol Kota Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Upaya gigih Pemerintah Kota (Pemko) Solok menggeliatkan sektor pertanian mulai dilirik pemerintah pusat. Perhatian serius Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan pengembangan (Balitbang) dituangkan dalam penandatangan kesepahaman bersama (MoU) dalam pengembangan sektor pertanian di Kota Solok.

Penandatangan MoU atau kesepahaman bersama antara Balitbang Pertanian-Kementan RI dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemko Solok dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dilakukan bertepatan dengan peringatan Hardiknas di Kementrian pertanian Jakarta, Selasa 2 Mei 2017.

MoU tersebut ditandatangani lansung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Muhammad Syakir, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Wali Kota (Wako) Solok Zul Elfian dan Bupati Dharmasraya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya.

Baca Juga

MoU ini merupakan acuan untuk kerjasama lanjutan tentang penelitian dan pengembangan sektor pertanian di Propinsi Sumatera Barat umumnya dan Kota Solok khususnya yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan pertanian.

"Percepatan pembangunan pertanian difokuskan melalui pendayagunaan potensi sumber daya terpadu, terkoordinasi, saling menguntungkan dan berhasilguna dalam rangka menunjang kesejahteraan masyarakat," ungkap Wako Solok H. Zul Elfian.

Menurut Zul Elfian, ada sejumlah ruang lingkup MoU yang ditandatangani pada kesempatan tersebut diantaranya pemanfaatan dan penerapan hasil inovasi teknologi Balitbang Pertanian dalam pengembangan dan pembangunan kawasan agrowisata di Kota Solok.

Bukan hanya itu, hal lain yang masuk dalam MoU tersebut yakni pengembangan teknologi spesifik lokasi yang berlandaskan kearifan lokal di Kota Solok, serta pemanfaatan potensi dan kemampuan daerah baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia dalam upaya pembangunan pertanian di Kota Solok.

Dijelaskan Zul Elfian, meskipun Kota Solok merupakan kota perdagangan dan jasa, namun sektor pertanian memiliki potensi yang tidak kalah. Apalagi Kota Solok selama ini sudah dikenal dengan daerah Penghasil beras ternama dengan cita rasa yang enak.

"Ini merupakan sebuah anugrah bagi kita, dengan lahan pertanian yang ada saat ini, kita sudah mampu untuk mencapai surplus beras, dan kita berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkannya," sebut Zul Elfian.

Terlebih dengan adanya penandatanganan MoU dengan pihak Balitbang Pertanian dan Pemprov Sumbar diharapkan akan semakin memacu gerak percepatan pengembangan pertanian Kota Solok, yang tentunya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat petani.

[Syafriadi]

Editor: Webtorial