Ransang Pertumbuhan UMKM, Pemko Solok Sediakan Bantuan Modal Melalui LP2EM

Rapat Koordinasi Wawako Solok Reinier minta LP2EM Kota Solok lebih gencar dalam membantu pelaku UMKM
Rapat Koordinasi Wawako Solok Reinier minta LP2EM Kota Solok lebih gencar dalam membantu pelaku UMKM (Humas Setda Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Keterbatasan modal selama ini selalu menjadi kendala klasik bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk melebarkan sayap usahanya. Tak jarang kalangan pelaku usaha ini tidak mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat.

Kendala yang menjadi momok menakutkan di kalangan pelaku UMKM ini tidak luput dari perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Solok.

Guna mendukung geliat ekonomi daerah, Pemko Solok memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dengan penguatan untuk permodalan pelaku UMKM.

Baca Juga

"Kita selalu coba mendorong, bagaimana pelaku UMKM di Kota Solok semakin tumbuh dan mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih besar sehingga semakin mendorong majunya perekonomian daerah," sebut Wakil Walikota (Wawako) Solok, Reinier.

Kucuran bantuan modal usaha dengan bunga lunak ini dapat diakses oleh seluruh pelaku UMKM yang ada di Kota Beras Serambi Madinah ini melalui Lembaga Permodalan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat (LP2EM).

Wawako berharap, kucuran bantuan modal melalui LP2EM mampu meransang berkembangnya usaha-usaha ekonomi kreatif bagi pelaku UMKM Kota Solok yang masih belum mampu menjangkau akses bantuan permodalan dari pihak perbankan.

"Untuk para pelaku UMKM yang kesulitan mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal, LP2EM harus membantu baik secara modal serta bimbingan pada masyarakat untuk mengembangkan usahanya," pesan Reinir.

Kalau sektor UMKM di Kota Solok semakin bergairah, secara tidak langsung akan mampu menciutkan angka pengangguran sehingga mampu menekan angka kemiskinan Kota Solok yang saat ini masih berkisar di angka 4 persen.

Sementara itu, Ketua LP2EM Kota Solok mengatakan program tersebut merupakan pengembangan terhadap program 'dana bergulir' yang sudah dibuat sejak tahun 2002 lalu dan sejak 2012 telah dikelola secara mandiri oleh Pemko Solok.

LP2EM siap mengakomodir pelaku UMKM yang ada di Kota Solok yang terkendala dalam mengembangkan usahanya. Masing-masing pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman dengan modal maksimal 15 juta dan minimal 5 juta rupiah, tergantung jenis usahanya.

"Bunga pinjaman hanya 0,5 persen per bulan atau 6 persen per tahunnya, dengan agunan BPKB kendaraan bermotor," jelas M. Syafni yang juga menjabat sebagai Plt. Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Solok.

Syarat administrasi juga tidak sulit dan ribet, dengan bermodalkan agunan berupa BPKB kendaraan bermotor, Kartu Tanda Penduduk, Kartu Kepala Keluarga, Bukti Usaha dan surat permohonan pinjaman bantuan modal.

Para pelaku UMKM dapat mencicil pinjaman selama maksimal 3 tahun dengan melakukan angsuran setiap bulannya. Sepanjang Januari saja sudah ada lebih kurang puluhan pelaku UMKM yang telah dibantu oleh LP2EM Kota Solok.

"Sepanjang bulan Februari ini, sudah ada sekitar 25 pelaku UMKM yang masuk daftar tunggu pencairan bantuan modal, dan kita usahakan secepatnya" ujar Syafni.

Guna menghindari kredit macet, pihak LP2EM juga mengoptimalkan pembinaan bagi penerima bantuan modal. Jika terjadi kemacetan maka pihak LP2EM juga akan melakukan pendekatan persuasif dengan menjemput angsuran ke peminjam hingga teguran dan penarikan agunan.

"Kita usahakan tidak ada yang sampai macet karena akan mengganggu perguliran bantuan modal bagi pelaku UMKM lainnya, kalau lancar kan bisa banyak pelaku UMKM yang terbantu," tutupnya.

[Syafriadi]

Penulis: Webtorial | Editor: -